CNT-Indonesia

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Selamat Datang di Subdit Narkotika

Penyelundupan 11.480 Pil Ekstasi Berhasil Digagalkan KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas

E-mail Print PDF
Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas telah berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 11.480 (sebelas ribu empat ratus delapan puluh) butir (setara dengan 3.429 gram) narkotika jenis Methylenedioxymethamphetamine - MDMA (Ekstasi) di Terminal Kedatangan Internasional Bandara A. Yani Semarang. Penyelundupan yang dilakukan Rabu, 2 April 2014 dilakukan penumpang pesawat Air Asia AK328 rute Kuala Lumpur- Semarang, yang merupakan Warga Negara Indonesia berinisial OAI (38th). Modus yang dilakukan pelaku adalah menyembunyikan Ekstasi di dalam lampu sorot atau lampu tembak. Nilai narkotika tersebut diperkirakan sekitar Rp. 3.444.000.000,- (tiga miliar empat ratus empat puluh empat juta rupiah).

Kronologis penggagalan upaya penyelundupan narkotika (Ekstasi) di Bandara A. Yani Semarang dimulai dari hasil analisa intelijen petugas CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Tanjung Emas yang mencurigai  OAI seorang penumpang pesawat Air Asia AK328 rute Kuala Lumpur- Semarang.

Berdasarkan Customs Declaration (CD) dan Paspor yang diserahkan ke petugas kemudian petugas melakukan pemeriksaan x-ray terhadap barang bawaannya dan terhadap penumpang berinisial OAI tersebut diminta menuju posko Bea dan Cukai di Bandara Internasional A. Yani untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik barang bawaan dan wawancara). Setelah dilakukan pemeriksaan lebih mendalam didapati kardus besar yang di dalamnya terdiri 4 kardus kecil yang masing-masing berisi 1 lampu sorot/ lampu tembak.

Di dalam lampu sorot / lampu tembak kedapatan butiran-butiran yang diduga sebagai ekstasi sejumlah 11.480 (sebelas ribu empat ratus delapan puluh) butir (setara dengan 3.429 gram) dalam  kemasan plastik  Dari hasil uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang Tipe A Jakarta menunjukkan bahwa butiran-butiran tersebut adalah Methylenedioxymethamphetamine - MDMA (Ekstasi).

Sumber : www.beacukai.go.id

 

Penggagalan Penyelendupan Shabu di Bandara Juanda

E-mail Print PDF
Pada Selasa, 18 Maret 2014, Customs Narcotics Team (CNT) KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah DJBC Jatim I telah menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis methamphetamine (shabu) dengan berat bruto 315 (tiga ratus lima belas) gram di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Juanda. Narkotika jenis methamphetamine(shabu) dimaksud dibawa oleh seorang penumpang pesawat Air Asia QZ-8294 rute Kuala Lumpur - Surabaya, jenis kelamin laki-laki, warga negara Indonesia berinisial R (35 th). Modus yang digunakan yaitu menyembunyikan methamphetamine (shabu) dengan cara ditempelkan di perut dan di dalam sepatu yang dikenakan. Nilai methamphetamine (shabu) dimaksud diperkirakan sekitar Rp.425.250.000,00 (empat ratus dua puluh lima juta dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Kronologis Penggagalan Penyelendupan Shabu di Bandara Juanda dimulai dengan hasil analisa manifest penumpang dan hasil profiling (pengamatan) yang dilakukan oleh petugas,  terdapat beberapa penumpang pesawat Air Asia QZ-8294 tersebut yang mendapat attensi pengawasan untuk dilakukan pemeriksaan mendalam kemudian salah satu penumpang yang mendapat attensi seorang laki-laki berinisial R, lahir pada tanggal 12 Desember 1979, warga negara Indonesia, dan datang ke Surabaya seorang diri. Sesaat setelah dilakukan pemeriksaan x-ray terhadap barang bawaannya, terhadap penumpang berinisial R yang mendapat attensi pengawasan tersebut diminta menuju meja pemeriksaan (meja tumbang) untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut (pemeriksaan fisik barang bawaan dan wawancara)

Dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan fisik barang bawaan serta wawancara di meja tumbang, petugas meminta penumpang berinisial R tersebut menuju ruangan pemeriksaan untuk dilakukan body search (pemeriksaan badan). Dari body search petugas menemukan satu bungkusan palstik hitam (berisi Kristal putih yang diduga berisimethamphetamine (shabu)) yang ditempelkan di perut dan 4 bungkus serupa di dalam sepatu (masing-masing pasang sepatu berisi 2 bungkus) yang dikenakan penumpang berinisial R tersebut. Hasil uji laboratorium di Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) Tipe B Surabaya menunjukkan bahwa Kristal putih dalam bungkusan plastic hitam tersebut adalah positif methampethamine (shabu).

Penggagalan upaya penyeludupan sabu / methamphetamine ini merupakan kerja sama yang baik dan terintegrasi antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (CNT KPPBC Tipe Madya Pabean Juanda dan Kantor Wilayah Jawa Timur I serta BPIB Tipe B surabaya), Direktorat Reserse Narkoba Polda Jatim, BNN Provinsi Jatim, Pengamanan Bandara (LANUDAL, POM AL dan Avsec PT. Angkasa Pura I), dan Imigrasi Bandara Juanda (Bidang Darinsuk). Terhadap tersangka dan barang bukti saat ini telah diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Sumber : www.beacukai.go.id

 

Bea Cukai Soekarno-Hatta Kembali Gagalkan Penyelundupan Narkotika Senilai 7,5 M

E-mail Print PDF
Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta kembali berhasil melakukan penggagalan upaya penyelundupan barang larangan dan pembatasan berupa Narkotika yang diduga jenis Methamphetamine di 3 kasus yang berbeda. Total barang bukti dari ketiga kasus tersebut sebanyak 5.558 gram bruto methamphetamine, yang berpotensi merusak lebih dari 38.000 generasi muda penerus bangsa. Dengan total estimasi nilai barang Rp. 7.502.000.000,-. Ketiga kasus tersebut adalah sebagai berikut:

Kronologis Kasus I

Pada Kamis, 20 Februari 2014 sekitar pukul 11.00 WIB , berdasarkan hasil analisa intelijen dilakukan pemeriksaan secara mendalam atas paket kiriman dari  Hongkong  yang dikirim melalui Kantor Pos di Bandara Soekarno Hatta tujuan Jakarta yang dicurigai berisi barang larangan dan perbatasan berupa narkotika. Pada saat pemeriksaan awal diketahui paket berisi 2 (dua) alat pijat kaki elektronik, 1 (satu) alat pijat punggung elektonik, dan beberapa pasang sepatu anak-anak, namun setelah diperiksa secara mendalam, di dalam 2 (dua) alat pijat kaki elekronik  ditemukan kemasan berisi kristal bening yang diduga Methaphetamine . Setelah dilakukan penimbangan terhadap kristal bening  yang diduga Metamphetamine (shabu) tersebut diketahui memiliki berat bruto 2.098 (dua ribu sembilan puluh delapan) gram. Tim Customs Tactical Unit (CTU) KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta bekerjasama dengan Petugas Badan Narkotika Nasional , melakukan pengembangan ke daerah Mangga Besar-Jakarta dan berhasil menangkap seorang perempuan WNI berinisial SK (30 tahun) , dan 2 (dua) orang laki-laki WNI berinisial AQ ( 39 tahun) dan AR ( 33 tahun). Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang  Bea dan Cukai (BPIB) Cempaka Putih, kristal bening tersebut positif Metamphetamine (shabu).

Kronologi Kasus II

Pada Jumat, 21 Februari 2014 sekitar pukul 11.00 WIB , berdasarkan hasil analisa intelijen diketahui melalui Kantor Pos di Bandara Soekarno Hatta ada pengiriman kembali dari hongkong atas nama penerima yang sama dengan kasus I. Mengetahui hal tersebut dilakukan pemeriksaan dan kembali kedapatan 1 (satu)  alat pijat kaki elektonik yang berisi kristal bening Methamphetamine  dan kemudian dilakukan penimbangan terhadap kristal bening  tersebut diketahui memiliki berat bruto 1.168 (seribu seratus enam puluh delapan) gram. Tersangka dan Barang Bukti dilimpahkan kepada Penyidik Badan Narkotika Nasional untuk pengembangan lebih lanjut.

Kronologi Kasus III

Pada Senin, 24 Februari 2013 sekitar pukul 23.00 WIB. Tim Customs Tactical Unit (CTU) KPPBC Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta mencurigai seorang laki-laki  Warga Negara Hongkong yang berinisial   MM (37 thn)  ekspenumpang pesawat  Xiamen  Airlines (MF-867)  Rute Xiamen - Jakarta yang mendarat di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Lelaki tersebut diduga membawa barang larangan berupa narkotika. Atas kecurigaan tersebut dilakukan pemeriksaan badan dan pemeriksaan atas barang bawaan penumpang.  Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam  kedapatan paket kristal bening yang disembunyikan di dalam dinding koper bagasi penumpang tersebut. Dari hasil penimbangan diketahui berat kristal bening  tersebut adalah 2.292 (dua ribu dua ratus sembilan puluh dua) gram bruto. berdasarkan hasil pengujian di laboratorium Balai Pengujian dan Identifikasi Barang  Bea dan Cukai (BPIB) Cempaka Putih, kristal bening tersebut positif Narkotika dari jenis Metamphetamine (shabu). Tersangka dan Barang Bukti dilimpahkan kepada Penyidik Ditipid Narkoba Bareskrim POLRI  untuk pengembangan lebih lanjut.

Ancaman Hukuman

Metamphetamine sesuai UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tanggal 12 Oktober 2009 merupakan kategori Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar. Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Milyar ditambah 1/3.

Sumber : www.beacukai.go.id

 

KPU BC TIPE B BATAM BERHASIL MENGGAGALKAN PENYELUNDUPAN GANJA

E-mail Print PDF
Pada Senin, 12 Maret 2014 pukul 11.20, berdasarkan pengamatan petugas KPU BC Tipe B Batam terhadap seorang pria calon penumpang di Pelabuhan Ferry Domestik Telaga Punggur yang mencurigakan.

Terhadap penumpang tersebut petugas KPU BC Tipe B Batam akan melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaannya tetapi ketika barang akan di masukkan kedalam x-ray yang bersangkutan langsung melarikan diri dan meninggalkan barang bawaannya berupa koper di meja pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap koper tersebut, kedapatan berisi daun kering yang dikemas dalam 11 paket. Terhadap koper beserta isinya dibawa ke kantor KPU BC Tipe B Batam untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, berdasarkan uji narkotest diduga barang tersebut merupakan marijuana (ganja kering) sebanyak 9.542 (sembilan ribu lima ratus empat puluh dua) gram dengan estimasi nilai sebesar 47.710.000 (empat puluh tujuh juta tujuh ratus ribu sepuluh ribu) Rupiah. Barang bukti dilimpahkan ke Polresta Barelang. Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 dan 2 dan Pasal 111 ayat 1 dan 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Peredaran dan Penyalahgunaan Narkotika Golongan II.

Sumber : www.beacukai.go.id

 
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Page 1 of 75

Agenda Kegiatan

No events

Who's Online

We have 16 guests online

Newsflash

Kantor Pusat DJBC menyelenggarakan Rapat Koordinasi Analis Narkotika, Psikotropika dan Prekursor pada tanggal 27 s.d. 28 Februari 2012 di Kantor Pusat DJBC, Jalan Jendral A. Yani Jakarta

Kantor Pusat DJBC menyelenggarakan Workshop on Customs Narcotics Team “Refreshment Program Workshop on Customs Narcotics Team (CNT)” pada tanggal 6 s.d. 9 Februari 2012 pukul 07.30 WITA s.d. selesai di Kanwil DJBC Jawa Tengah dan DIY, Arteri Yos Sudarso, Semarang

Sehubungan dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 243/PMK.04/2011 tanggal 27 Desember 2011 Tentang Pemberian Premi, dengan ini kami beritahukan tentang peraturan tersebut dimana didalamnya diatur mengenai pemberian premi Narkotika

Kantor Pusat DJBC menyelenggarakan Workshop on Customs Narcotics Team “Refreshing and Empowering” pada tanggal 12 s.d. 14 September 2011 pukul 07.30 WITA s.d. selesai di Rama-Shinta Room, Discovery Kartika Plaza Hotel, Jalan Kartika Plaza, Denpasar, Bali.
undefined